2 years ago, Posted by: saiensu

Sistem Informasi Fungsional

Dalam setiap organisasi bisnis selalu terdapat berbagai bidang fungsional yang harus dikelola dalam rangka pencapaian tujuan, sasaran, strategi, rencana, dan program kerja perusahan tersebut. Dengan kata lain, terdapat kesamaan bidang-bidang fungsional yang perlu ditanganni oleh semua bentuk dari jenis organisasi niaga. Tapi kesamaan bidang-bidang tersebut tidak berakibat pada kesamaan kelembagaannya. Artinya penanganan berbagai bidang fungsional yang terdapat dalam perusahaan dapat dilakukan oleh satuan-satuan kerja yang sengaja dibentuk untuk itu. Tetapi, tidak mustahil terjadi penggabungan beberapa bidang fungsional dalam satu satuan kerja tertentu atau bahkan penanganannya ditugaskan hanya kepada seseorang atau beberapa orang saja dalam perusahaan.

Bidang-bidang fungsional suatu perusahaan diklarifikasikan menjadi dua kelompok utama, yaitu: (1) bidang- bidang fungsional yang bersifat tugas pokok yang memberi kontstribusi langsung kepada keberhasilan perusahaan dalam mencapai tujuan dan sasarannya, di anttaranya: bidang produksi, bidang pemasaran, bidang promosi, dan bidang penjualan; dan (2) bidang-bidang fungsional yang menyelenggarakan berbagai fungsi penunjang, yaitu bidang-bidang sumber daya manusia dan fungsi-fungsi sumber daya manusia.

Sistem informasi berdasarkan area fungsional adalah sistem informasi yang ditujukan untuk memberikan informasi bagi kelompok orang yang berada pada bagian tertentu dalam suatu perusahaan dengan perusahaan lain berbeda-beda. Sedangkan didalam suatu perusahaan/ organisasi itu sendiri juga memiliki sejumlah area fungsional bisnis seperti akuntansi, pemasaran, produksi, dan sebagainya.

Beberapa sistem informasi fungsional yang umum adalah sebagai berikut:

1. Sistem Informasi akuntansi (accounting information system)

Sistem informasi yang menyediakan informasi yang dipakai oleh fungsi akuntansi ( departemen atau bagian akuntasi ). Sistem ini mencakup semua transaksi yang berhubungan dengan keuangan dalam perusahaan.

2. Sistem Informasi keuangan (Finance information system)

Sistem informasi yang menyediaklan informasin pada fungsi keuangan (departemen atau bagian keuangan). Yang menyangkut keuangan perusahaan. Misalnya berupa ringkasan arus kas (cash flow dan informasi pembayaran).

3. Sistem informasi manufaktur (Manufacturing / Production information system)

Sistem informasi yang bekerja sama dengan sistem informasi lain untuk mendukung manajemen perusahaan (baik dalam hal perencanaan maupun pengendalian). Dalam menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan produk atau jasa yang dihasilkan perusahaan. Misalnya berupa data bahan mentah, profil vendor baru dan jadwal produksi.

4. Sistem Informasi pemasaran (Marketing information system atau MKIS)

Sistem informasi yang menyediakan informasi yang dipakai oleh fungsi pemasaran. Misalnya berupa rangkaian penjelasan.

5. Sistem Informasi SDM (Human resource information system atau HRIS)

Sistem informasi yang menyediakan informasi yang dipakaio oleh fungsi personalia. Misalnya berisi informasi gaji, ringkasan pajak dan tunjangan – tunjangan hingga kinerja pegawai.

Macam-macam Sistem Informasi fungsional yang tersedia antara satu perusahaan dengan perusahaan yang lainnya berbeda-beda. Sebagai contoh, perusahaan distribusi tidak memiliki sistem informasi produksi. Sistem-sistem informasi fungsional tidak berdiri sendiri secara fisik. Dalam sistem informasi perusahaan, sistem-sistem informasi fungsional ini berkedudukan sebagai subsistem. Tetapi, penggolongan sistem-sistem informasi fungsional sering kali didasarkan pada perspektif yang berbeda. Bahkan, semua informasi, selain sistem informasi akuntansi, dianggap sebagai sistem informasi manajemen.


Post Views: 25755


Leave a comment

Comments

cialis online no prescription

Levitra Online Overnight Delivery TeesPret https://artsocialist.com/ - Cialis vingavoimi Pet Med Amoxicillin Pewwrogy <a href=https://artsocialist.com/#>Cialis</a> borProonse Viagra Best Price

1 year ago
Reply

Copyrights © 2017 All rights reserved