1 month ago, Posted by: metisum02

Sistem Informasi Pasar Kerja yang Ideal akan Perluas Kesempatan Kerja

Saat ini, sistem warta pasar kerja (SIPK) Indonesia belum optimal, belum ideal, & terbatas. Butuh upaya buat membentuk SIPK yg ideal, demi meningkatkan kecepatan pengurangan pengangguran & memperluas kesempatan kerja. “Layanan warta pasar kerja yg disediakan terbatas, sedikit pemangku kepentingan terlibat, & kualitas & variasi data terbatas. Tentu (SIPK) membutuhkan perbaikan, & kami mohon dukungan Komisi IX terkait upaya kami membentuk sistem warta pasar kerja yg ideal," istilah Menaker, Ida Fauziyah, ketika memaparkan Grand Design Kemnaker & Bappenas pada penciptaan & pemenuhan pasar kerja 2021 pada masa pandemi Covid-19, pada kedap kerja menggunakan Komisi IX DPR pada Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (16/3/2021).

Hasil studi Bappenas & Bank Dunia (2020) menunjukan, SIPK Indonesia berada dalam taraf dasar menuju menengah. Ida menginginkan SIPK mampu mengikuti Worknet (SIPK Korea Selatan) yg telah berada dalam level advance. "Sistem warta pasar kerja kita wajib didorong lebih bertenaga lagi. Setidak-tidaknya menuju sistem pasar kerja ideal misalnya pada Korea Selatan yg memliki 5 karakteristik, yaitu relevan, handal, efisien, serius dalam klien, & komprehensif," ujarnya.

Menurutnya, pertarungan pasar kerja pada Indonesia merupakan mismatch lulusan pendidikan menggunakan global kerja, job matching yg kurang efisien, kurangnya jumlah energi kerja yg sinkron kebutuhan kerja, & rendahnya produktivitas energi kerja. Pengembangan, perbaikan, & optimalisasi pasar kerja menemukan momentumnya pada masa pandemi mengingat ketersediaan data ketenagakerjaan yg bergerak maju sebagai penentu kebijakan pada bidang ketenagakerjaan. "Contoh, aplikasi BSU menggunakan BPJS Ketenagakerjaan kemarin, sebagai kapital awal integrasi sistem pasar kerja yg baik," katanya.


Post Views: 100


Leave a comment

Comments

Copyrights © 2017 All rights reserved